Ikan dori, dengan tekstur dagingnya yang lembut, putih, dan rasa yang netral, telah menjadi salah satu primadona dalam menu masakan internasional. Di Indonesia, istilah “dori” seringkali merujuk pada fillet ikan Patin (Pangasius sp.) yang lebih terjangkau. Namun, tahukah Anda bahwa ikan dori yang asli memiliki nama ilmiah John Dory (Zeus faber)?
Artikel ini akan memandu Anda mengenal lebih dekat tentang ikan ini—mulai dari karakteristik uniknya, tempat hidupnya, inspirasi resep yang bisa Anda coba, hingga faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual ikan dori di pasaran.
Ciri-ciri dan Klasifikasi Ikan Dori (John Dory)

Meskipun fillet Patin sering dipasarkan sebagai dori, penting untuk mengetahui ciri-ciri fisik dari John Dori yang sesungguhnya, yaitu ikan laut dalam yang sangat dihargai koki profesional.
Ciri Fisik Ikan John Dory (Zeus faber)
Ikan John Dory memiliki penampilan yang sangat khas dan mudah dibedakan dari jenis ikan lainnya.
- Bentuk Tubuh: Pipih, tipis, dan tinggi, memberikan profil yang hampir melingkar saat dilihat dari samping.
- Bintik Khas: Terdapat bintik hitam besar, bulat, dan jelas di bagian tengah sisi tubuhnya. Legenda mengatakan bintik ini adalah bekas cap jempol Santo Petrus.
- Mulut Besar: Memiliki rahang yang besar dan menonjol ke depan, digunakan untuk memangsa ikan kecil.
- Sirip Berduri: Sirip punggung dan sirip dubur ditopang oleh duri-duri yang tajam.
- Warna: Umumnya berwarna kuning kehijauan atau zaitun.
Habitat dan Lingkungan Hidup Ikan Dori

Habitat menentukan kualitas dan rasa ikan dori. John Dory adalah ikan laut dalam yang cenderung hidup soliter.
Kondisi Habitat Alami
Ikan John Dory umumnya ditemukan di perairan beriklim sedang hingga tropis. Mereka hidup di dasar laut pada kedalaman antara 5 hingga 360 meter. Mereka adalah predator penyergap yang sabar menunggu mangsa.
- Kedalaman: Umumnya di zona bentik (dasar laut) yang berlumpur atau berpasir.
- Suhu Air: Lebih menyukai suhu air yang sejuk hingga hangat.
- Penyebaran Global: Dapat ditemukan di perairan Samudra Atlantik Timur, Mediterania, dan Pasifik Barat Daya (seperti perairan Australia dan Selandia Baru).
Perbedaan dengan Ikan Dori Budidaya (Pangasius)
Ikan Pangasius (yang sering disebut dori lokal) adalah ikan air tawar yang dibudidayakan secara massal di kolam atau keramba, terutama di Asia Tenggara, menjadikannya pilihan yang lebih ramah kantong.
Ikan Dori di Dapur: Resep Pilihan yang Menggugah Selera

Baik Anda menggunakan fillet John Dory asli yang mewah atau fillet Pangasius yang umum di pasaran, daging putih ikan dori sangat fleksibel dan mudah diolah. Dagingnya yang lembut menjadikannya cepat matang.
Keunggulan Daging Ikan Dori
- Tekstur: Sangat lembut dan mudah hancur, cocok untuk digoreng atau dikukus.
- Rasa: Sangat netral, memungkinkan bumbu apa pun menjadi bintang utama hidangan.
- Kandungan Gizi: Sumber protein tinggi dan rendah lemak.
Resep Populer Menggunakan Ikan Dori Fillet
1. Dori Tepung Crispy (Fish and Chips Style)
Ini adalah cara pengolahan paling populer. Fillet dori dicelupkan ke adonan basah dan kering, lalu digoreng hingga keemasan. Hasilnya adalah lapisan luar yang renyah dan daging di dalamnya yang flaky.
2. Ikan Dori Saus Mentega Lemon
Untuk hidangan yang lebih elegan dan sehat, panggang atau pan-seared dori dengan sedikit minyak zaitun. Setelah matang, siram dengan saus yang terbuat dari mentega leleh, perasan lemon segar, dan sedikit peterseli cincang. Rasa asam lemon sangat cocok dipadukan dengan daging ikan dori.
3. Dori Kukus dengan Jahe dan Kecap Asin
Teknik mengukus adalah cara terbaik untuk menjaga kelembutan alami ikan. Kukus fillet dori bersama irisan jahe, daun bawang, dan sedikit kecap asin selama 8-10 menit. Hidangan ini cepat saji dan sangat rendah kalori.
Analisis Harga Ikan Dori di Pasar Indonesia
Harga ikan dori sangat bergantung pada jenisnya (John Dory vs. Pangasius) dan apakah produk tersebut lokal atau impor.
Perbandingan Harga Dori (Perkiraan Harga per Kilogram)
- Fillet Pangasius Lokal (Dori Pasar): Jenis ini adalah yang paling terjangkau dan mudah ditemukan di supermarket atau pasar basah. Harganya berkisar antara Rp 35.000 – Rp 65.000 per kg (fillet beku).
- John Dory (Impor): Ikan ini jauh lebih mahal dan biasanya hanya tersedia di restoran atau pemasok ikan premium. Harganya bisa mencapai Rp 200.000 – Rp 450.000 per kg, tergantung musim dan kondisi ikan (utuh atau fillet).
Faktor yang Mempengaruhi Harga Dori
Selain jenis ikan, beberapa faktor lain memengaruhi fluktuasi harga ikan dori:
- Bentuk Produk: Ikan yang dijual dalam bentuk fillet (siap masak) umumnya lebih mahal daripada ikan utuh karena sudah melewati proses pengolahan.
- Kesegaran: Dori segar (bukan beku) memiliki harga premium dibandingkan dengan produk beku.
- Musim dan Ketersediaan: John Dory asli adalah ikan tangkapan liar, sehingga ketersediaannya dipengaruhi musim penangkapan.
Kesimpulan
Ikan dori, baik itu John Dory yang eksklusif atau fillet Pangasius yang ekonomis, menawarkan alternatif protein yang lezat dan mudah diolah. Dengan memahami ciri-ciri fisiknya, habitat aslinya, serta cara pengolahan yang tepat, Anda dapat memaksimalkan kelezatan ikan ini di meja makan Anda. Pastikan Anda selalu memilih ikan dori dari sumber terpercaya untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Nah jadi itulah yang dapat admin ClarityIDN sampaikan pada artikel Ikan Dori: Ciri-ciri, Habitat, Resep Pilihan dan Harganya kali ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadikan pengetahuan kalian semakin luas tentang resep makanan laut/seafood yang pastinya sangat enak nih gengs. Terima kasih telah berkunjung dan Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
